Color Management dalam Digital Printing
- 19-September-2026
Contoh kasus implementasi: Jika sebuah perusahaan teknologi ingin mencetak logo pada kertas brosur, kaos karyawan, dan casing plastik, mereka akan menggunakan:

Meskipun medianya berbeda, penggunaan sistem PMS memastikan identitas visual brand tersebut tetap konsisten di mata konsumen.
Apakah warna pantone bisa dicetak melalui mesin digital printing? Secara teknis, mesin digital printing tidak mencetak warna pantone dengan cara mencampur tinta fisik seperti pada mesin offset (manual mixing). Namun, mesin digital modern menggunakan teknologi Pantone Simulation untuk mendekati warna tersebut seakurat mungkin.
Mesin digital menggunakan sistem CMYK atau tambahan warna Extended Gamut. Untuk mencetak pantone, mesin melakukan proses penerjemahan kode pantone ke nilai koordinat warna yang mampu dihasilkan oleh tinta mesin tersebut. Akurasi hasil cetak biasanya dinyatakan dalam persentase cakupan warna pantone (Pantone Coverage).
Jenis mesin digital dengan kemampuan pantone terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kebutuhan produksi dan tingkat akurasi warna.
1. Digital Press (High-End Production)
Mesin kategori ini memiliki akurasi paling mendekati standar pantone karena menggunakan tinta tambahan di luar CMYK standar sehingga mampu memperluas gamut warna.
2. Large Format Inkjet (Plotter)
Kategori ini biasanya digunakan untuk kebutuhan proofing warna, poster, banner, hingga fine art printing karena memiliki gamut warna yang sangat luas.
3. Production Printers (Office / Light Production)
Meskipun mesin digital modern sangat canggih, terdapat beberapa jenis warna pantone yang tetap tidak dapat ditiru secara sempurna oleh sistem CMYK standar.
Dalam implementasi profesional, penggunaan software RIP (Raster Image Processor) seperti EFI Fiery atau HP Production Pro sangat penting karena berfungsi sebagai “penerjemah” kode pantone menjadi simulasi warna digital yang paling mendekati warna aslinya.
Perbedaan mendasar antara produksi warna pantone pada mesin offset dan mesin digital terletak pada metode pembentukan warnanya.
Alur kerja mesin offset (Spot Color)
Alur kerja mesin digital (Simulation)