logo inko

DEMO MESIN SEKARANG!!!

Dapatkan pengalaman mencoba mesin-mesin kami sekarang juga.

Kelembaban Udara

   Humidity atau kelembaban udara didefinisikan sebagai kandungan berupa uap air yang ada di udara sekitar. Kelembaban berupa kandungan air ini pastinya akan berpengaruh kepada kondisi di sekitarnya, khususnya pada dunia cetak digital. Pengaruh dari kelembaban udara ini apabila kandungan uap airnya terlalu tinggi akan mengganggu hasil cetak maupun proses jalannya pencetakan yang akan menjadi kendala pada mesin cetak digital.

   Mesin cetak digital yang terdiri dari berbagai komponen sebagai pendukung seperti komponen elektronika dan komponen pendukung lainnya juga dapat terpengaruh oleh kondisi akibat dari kelembaban udara disekitarnya ini, kususnya pada musim penghujan yang menjadikan kadar kelembaban air sangat tinggi yang akan mempengaruhi kualitas dari hasil cetakan maupun proses pencetakan.

   Untuk kandungan uap air atau humidity bagi sebuah ruang cetak digital A3 menurut rekomendasi dari Konica Inko adalah berkisar antara 40% sampai dengan 45% dengan temperature udara antara 200 Celcius sampai dengan 280 Celcius. Beberapa gangguan yang mungkin disebabkan oleh pengaruh ini diantaranya adalah:

  • Pada kertas atau media cetak kemungkinan besar akan berkerut atau bergelombang akibat adanya uap air pada pori-pori kertas yang pada saat proses akhir cetak atau pengepresan  media yang disertai panas dengan suhu yang tinggi untuk mematangkan hasil.

 

  • Pada bagian drum unit atau photo conductor yang terganggu akibat adanya lapisan uap air yang menutupi permukaan drum sehingga menggangu proses transformasi image atau gambar sehingga hasil cetak akan seperti terhalang dan hasilnya tidak maksimal.

 

  • Begitu juga pada bagian charging unit yang terhalang oleh lapisan uap air atau bagian jaring neutralizing charging unit yang biasanya akan berkarat akibat uap air sehingga proses pemberian muatan listrik pada unit lainnya terganggu oleh karat atau lapisan uap air yang ada pada bagian charging ini sehingga hasil cetak yang dihasilkan akan seperti garis gradasi yang mengganggu hasil cetak.

 

  • Toner atau bubuk tinta yang seharusnya berupa bubuk yang sangat halus, apabila terdapat uap air mungkin akibat penyimpanan yang kurang baik akan mengakibatkan terjadinya kristalisasi atau gumpalan sehingga proses pewarnaan tidak dapat sempurna, bahkan akibat gumpalan tersebut akan mengganggu proses supllay tinta ke bagian selanjutnya sehingga kemungkinan besar mesin akan mengalami masalah.

 

    Untuk menghindari atau setidaknya mengurangi kadar kelembaban air disuatu ruang cetak digital adalah dengan menggunakan sebuah alat yang biasa disebut dehumidifier. Alat ini bekerja dengan menghisap uap air yang berada disekitar ruangan dan uap air yang dihisap akan dialirakan melalui pipa-pipa sehingga terjadi proses pengembunan atau disebut proses dehidrasi.Uap air yang terkumpul tersebut keudianakan berkondensasi, yaitu berubah bentuk dari uap air menjadi benda cair yang kemudian dialirkan melalui pipa ke dalam tabung penampungan yang tersedia dan melalui kipas dehumidifier akan dihembuskan udara baru yang lebih kering dan hangat karena uap airnya telah berkurang dan ditampung kedalam penampungan. Begitulah seterusnya sehingga udara lebih kering dan air di penampungan segera dibuang.


 

Sumber:

https://www.rumah.com/panduan-properti/dehumidifier-42217

https://www.mahamerubali.com/paper-humidity.html.

http://id.joyful-printing.org/info/the-importance-of-temperature-and-humidity-con-29000007.html

icon whatsapp